Malam tadi saya telah selesai membaca novel karangan Asrini Mahdia. Kisah yang cukup menarik sehingga dapat membuat saya hanyut dalam novel tersebut. Bagaimana tidak ada intrik, pengkhianatan, air mata, ketulusan, serta cinta dalam cerita yang ber-setting dan bergaya harlequin.
Buku ini bukan novel, bukan kumpulan cerpen, tapi kumpulau
racauan, begitu menurut Fahd Jibran. Memang ada prosa, puisi, maupun monolog di
buku ini. Saya tertarik dengan buku ini awalnya karena judulnya “Yang Galau,
Yang Meracau!”. Judul ini memuat dua kata yang sangat akrab dalam kehidupan
saya, hahaha…. GALAU dan RACAU. Ini buku pertama Fahd Djibran yang saya baca,
warna-warni banget maksudnya kadang membuat tersenyum, tertawa, tersindir
bahkan merinding.
Happy new years!!!. Semoga tahun baru memunculkan harapan baru, semangat baru dalam meraih setiap resolusi yang telah kita bangun. Ohh iya… di penghujung tahun 2015 buku dengan cover biru donker pekat dengan gambar kartun monyet-monyet berpakaian ala pejabat itu saya beli di Makassar Town Square saat field break. Saya menemukanya di etalase setelah seorang pengunjung cewek… cantik…. tidak hanya itu saja kami sempet tukeran alamat blog, hahaha… ia memberitahuku sekuel dari karya Tere Liye sebelumnya yakni Negeri Para Bedebah, katanya sih seru.. entahlahh yang penting kenalan.