Akhirnya mimpi ke Tana Toraja untuk kesekian kalinya terbayar setelah saya mengujungi berbagai obyek wisata di Tana Toraja bersama teman sekantor ku diperantauan. Awalnya ide tour ke Tana Toraja saya rencanakan di bulan Desember bertepatan dengan Lovely December dimana seluruh penduduk asli Toraja yang berada di daerah-daerah perantauan berbondong-bondong kembali ke tanah leluhur merayakannrya.
Mungkin bagi sebagian orang, berlibur atau field break ke kampung halaman selama 14 hari adalah hal yang membuang-buang waktu. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan di kampung sendiri salah satunya bernostalgila maksudnya bernostalgia. Entahlahlah nostalgia dengan teman-teman, mantan ataupun tempat-tempat wisata. Dan liburan kali ini saya mengunjungi Tanjung Bira yang terkenal dengan pasir putihnya dan pusat pembuatan perahu phinisi.
Sejujurnya saya belum memiliki bayangan apa yang akan saya lakukan di Papua. Sedikit rasa was-was pun saya rasakan. Tapi kemudian kembali lagi, bukankah salah satu bagian terbaik dari perjalanan adalah menemukan? Serasa sebuah petualangan dimulai ke negeri antah berantah, sebuah tempat dimana kabar seramnya saja yang terekam dan sering diberitakan, tempat dengan kekerasan dan kekayaan alamnya yang menimbulkan kegaduhan sampai saat ini. Berdebar dan sedikit ngeri dalam hati, tapi itu semua tidak cukup untuk meruntuhkan keingintahuanku.
Kita hari ini, tanpa sikap, silahkan tenggelam dalam euphoria teman-teman yang selalu bercerita ; Dulu saya begini, kami begini, dulu itu… duluuu… dan hal itu masih terngiang dalam benak saya cerita tentang sejarah maupun tempat-tempat menarik disini. Kesempatan untuk melakukan perjalanan itu akhirnya terwujud di tahun 2014 bersama kedua teman saya ke Yogyakarta. Jogja terkenal sebagai kota yang penuh dengan beranekaragam budaya. Jogja memiliki daya tarik tersendiri, suasana kota yang asri dan keramahan penduduknya membuat siapa saja yang berkunjung pasti ingin segera kembali lagi kesana.
Sudah bukan rahasia lagi bila Bandung termasuk kota wisata paling populer di Indonesia. Tak hanya cewek-ceweknya yang cantik, wisata alam, wisata belanja, maupun kuliner bahkan wisata dengan konsep yang unik pun bisa kita temukan disini seperti taman film maupun baca. Sebelum berangkat ke tempat ini, 4 tahun yang lalu saya bersama temanku dengan mengenakan vespa berangkat dari Cibarusah… yang gak tau Cibarusah bisa searching di google map disana lengkap bro.... Jaraknya lumayan jauh juga yang pasti sekitar 7 atau 8 kali kami mampir bukan buat shalat atau pun makan tapi mogok cuyy.. kalau dihitung-hitung makan dan mampir lain-lain bisa puluhan kali kayaknya, hahhahahahha salam satu aspal vespa MOGOKmu kawan.
Saya berupaya mempopulerkan rasa percaya diri saya bahwa perjalanan selalu memberi banyak pelajaran dan Bali merupakan salah satu tempat unik yang mempunyai cerita tersendiri mengenai seni, budaya maupun wisatanya. Ini kali pertama saya berada di Pulau Seribu Pura, tentu tidak sendiri bersama teman-teman yang juga belum sama sekali mencicipi nikmatnya paha putih dan hitam ayam betina luar negeri di pinggir pantai Kuta... hhahhaah. Bala bin Bali bin Bulih sampai disana dewi fortuna tidak berpihak. Penyakit yang hampir dibenci sejuta umat, sakit GIGI + bengkak coyy.. (SUPERMAN_BENGKAK)