"Happiness Inside" Mencari, Menggali, dan Menemukan Kebahagiaan
9:16 AM
Berkali-kali saya menatap buku biru dengan gambar kepala
berisi bunga-bunga. Saya belum lelah juga meliriknya saat berkeliling mencari best
psychology books. Akhirnya malam sebelum kembali ke perantauan saya kembali menyambangi
toko buku itu kemudian membelinya. Atas
rekomendasi beberapa teman saya yang memberi semacam jaminan bahwa buku ini
beda dengan buku pengembangan diri lainnya.
Sesampai di rumah langsung saya buka dan menariknya begitu
dihalaman pertama banyak testimony dari
berbagai ahli profesi dan sepertinya penulis mampu mereduksi kehidupan yang
keras menjadi sedemikian halus lewat tulisannya. Setidaknya, ada tiga bab utama
pada buku ini yakni, Mencari Kebahagiaan, Menggali Kebahagiaan, dan Menemukan
Kebahagiaan.
Gobind Vasdhev dalam buku berjudul Happiness Inside ini,
mencoba membantu menjernihkan kehidupan yang sedang kita jalani. Buku ini
terdiri dari 3 bagian utama: Mencari Kebahagiaan, Menggali Kebahagiaan, dan
Menemukan Kebahagiaan. Seperti yang dikemukakan Gobind Vashdev, seringkali kita
salah menyikapi masalah bahkan ketika ada suatu kejadian, jangan bertanya maknanya. Justru dunia yang akan
bertanya, bagaimana kita memberi makna. Buruk dan baik sangat dikendalikan oleh
persepsi. Untuk apapun yang terjadi, tetap bersyukur. Pada setiap kejadian,
tidak ada positif dan negatif. Kejadian selalu bersifat netral. Positif dan
negatif tergantung dari kepentingan kita.
Gobind Vashdev memberi contoh dengan kisah tentang meludah.
Tentu akan berbeda ketika kita diludahi oleh orang dewasa dan seorang bayi.
Dari hal itu kita bisa belajar, bahwa masalahnya bukan dari situasi atau dari
luar. Namun masalahnya adalah bagaimana meletakkan makna pada suatu hal.
Manusia tidak pernah bermasalah dengan ego, kesombongan, dsb.
Salah satu yang menjadi favorit saya dalam tulisan Vashdev
yakni "Bunuh Diri Menular" yang menunjukkan bahwa budaya tren mampu
mempengaruhi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Alam bawah sadar kita
menyerap dari berbagai berita di media, dan akhirnya dilakukan dalam tindakan.
Jadi, bukannya tidak mungkin perilaku bunuh diri bersifat menular.
Dalam mencari kebahagiaan, tubuh dan pikiran adalah suatu
kesatuan yang keduanya saling berinteraksi dan keduanya adalah hasil dari apa
yang dilakukan dan dipikirkan terhadap di masa sebelumnya. Tubuh dan pikiran
yang ingin dilihat pada masa depan, tergantung pada apa yang akan dilakukan dan
pikiran mulai saat ini dan kejadiannya. Ironisnya, banyak orang rela
mengorbankan kedamaian pikirannya untuk memperoleh kenikmatan hidup. Padahal
segala kesenangan, kesedihan, kedamaian, dan kecemasan sangat dipengauhi oleh
pikiran kita. Dengan berjuang mengumpulkan banyak materi untuk membekali
kehidupan tidak menjamin kehidupan seseorang akan bahagia. Sebenarnya, semua impian manusia berujung
pada satu hal yang benar-benar dasar yang setiap orang inginkan, yaitu
kedamaian pikiran.
Penulis mampu menjawab alasan kekosongan manusia dalam
menjalani hidup dan memberikan jalan keluarnya. Jalan keluar yang sederhana,
tetapi kerap terlupakan. Jalan keluar yang sebenarnya membimbing kita melihat
ke dalam, ke diri kita, dan menemukan kebahagiaan sejati. Dan secara khusus,
buku ini juga memiliki kelebihan yang lebih jika dibandingkan dengan buku-buku
lainnya, yakni buku ini terbuat langsung dari kertas pohon. Sebagai perwujudan
tanda terimakasih penulis kepada alam yang sangat baik. Selamat membaca,
Happiness Inside!!!!
0 komentar