Simpul Tali ‘JOURNEY’
2:42 PM
Disusun seperti dua sisi mata uang, penulis menciptakan
karakter dengan kisah masing - masing yang kemudian saling bertautan satu sama
lain. Kisah ringkas dengan plot-plot yang unik, lugas, ringan dan sederhana
membuat kita sangat dekat dengan tokoh yang diciptakan dalam novel ini. Ceritanya
gak cuma lahir dari semangat dan cita-cita dua penulis, tetapi lahir dari dua
hati yang sepertinya galau. Seperti ‘Cinta itu merah, jendral’.
Sementara Athe’ Latief menghantarkan kita
menikmati lembar demi lembar dari perjalan Ursa Minore, membuat kita begitu
jelas dengan penggambaran tokoh dan kisah yang dipersembahkan, seolah-olah
sosok Ursa sendiri yang bercerita tentang dirinya.
‘Jatuh cinta adalah
kegilaan tak terbatas, dan aku tak pernah berharap disadarkan dari kegilaan
ini. Biarkan aku menemukan kesadaranku sendiri, dengan jalan cinta itu sendiri.
Meski pada akhirnya kesadaran itu adalah tangisan yang tak berujung, maka
sesungguhnya aku benci disadarkan dari kegilaan ini.’
Dari keseluruhan cerita dan chapter yang ada dalam novel
ini, kutipan diatas merupakan salah satu favoritku. Meski cerita dalam novel
ini sedikit kelam dan menceritakan bagaimana susahnya move on terhadap kisah cinta dimasa lalu namun secara
keseluruhan, novel ini sangat baik. Kemudian buat yang pengen belajar move on
silahkan dibaca. KERENNN!!!
0 komentar