Bintang Bunting
3:22 PM
Entah kenapa buku ini menarik mata saya. Covernya tidak biasa,
ada kesan retro dan modern. Sangat berbeda dengan kebanyakan cover lainnya yang
“beraturan”, BINTANG BUNTING dengan cover yang tidak biasa memberikan saya
kenikmatan saat membacanya. Ditambah lagi buku ini saya temukan ditumpukan rak
buku I book store Serang Banten saat
perjalanan dinas beberapa minggu silam.
Butuh setenga hari buat menyelesaikan buku ini. Aktifitas yang
monoton selama di kapal saat hendak kembali ke Batulicin membuatku mampu
menyelesaikan dua novel sekaligus. Sangat seru, suara mesin kapal diburitan dan
senja menemaniku memahami isi tulisan Bintang Bunting karya Valiant Budi
dibagian awal yang sangat membingungkan. Semua petunjuk-petunjuk yang dikasih
di bab awal pelan-pelan kupahami.
Bintang bunting menceritakan tentang seorang wanita bernama
Audine yang punya penyakit aneh. Audine tidak bisa membedakan antara mimpi dan
kenyataan. Karena mimpi-mimpi yang dialaminya terasa begitu nyata. Audine punya
dua cara yang cukup ampuh untuk mengatasi penyakitnya ini. yaitu dengan bintang
dan Mada. Mengenai bintang, yang dimaksud disini adalah gambar bintang. Setiap
kali ada kejadian yang dirasa aneh atau penting, Audine akan menggambar satu
garis bintang di sebuah kertas yang selalu ia selipkan di ikat pinggangnya.
Dengan begitu Audine akan tau kejadian itu terjadi di alam
mimpi atau alam nyata. Karna bila Audine hanya bermimpi, garis bintang itu
tentu saja tidak akan ada muncul di kertas nyata. Sedangkan Mada? Mada adalah
seorang peramal dan semacam penasehat Audine. Audine sangat percaya pada Mada
yang seorang clairvoyance. Mada bisa melihat dan mengetahui apa yang sedang
dilihat dan sedang dilakukan Audine.
Bagi Audine, batas antara mimpi dan alam nyata begitu tipis.
Bahkan, Audine membutuhkan Mada, sang peramal, dan petunjuk dari gambar
bintanng untuk bisa membedakan:mana mimpi-mana kenyataan. Audine lupa, bintang
yang ia gambar tidak seperti mitos bintang jatuh. Make a wish and your dream
will come true. Setiap coretan garis bintang membawanya pada sebuah kenyataan.
Sayang kenyataan tak selalu sesederhana yang terlihat, ia bisa lebih kejam dari
fantasi di alam mimpi. Namun, saat tak ada harapan dalam keputusasaan, ternyata
bintang-bintang itu memberi petunjuk lebih dari yang dibutuhkan dan kali ini,
tak ada pilihan bagi Audine selain tetap terjaga !
Ide ceritanya simpel, cuma bisa dibuat semenarik itu, dan
kita tidak akan menemukan jawaban dari ni novel sampai selesai membacanya. Bagi
yang menyukai novel dengan twist dan segala yang tidak bisa ditebak, novel ini
sangat recomended. Cara bertutur novel ini sangat unik menurutku. Tidak
konvensional bahkan cenderung ajaib. Pasalnya, dibeberapa bagian, kita bisa
dibuat bingung, berpikir keras untuk menangkap isi ceritanya.
Salah quotes yang saya suka ; "Sepertinya kita memang
terlalu sibuk belajar mencintai, sampai lupa bagaimana cara mengatasi
kehilangan." Penulis sangat mahir memainkan plot, menyuguhkan tanya dan
membuat pembaca penasaran sehingga menghadirkan sebuah novel mutakhir yang
tidak basi. Sangat tidak mengherankan bila buku ini tercatat sebagai nominator
Khatulistiwa Literary Award 2007. Dan saya juga setuju dengan pendapat Panji
dan Gamila di cover belakang: Bintang Bunting menyeruak dari gelapnya rimba
tulisan yang monoton di Indonesia. Lalu kenapa bintang-bunting? Silahkan temukan
jawabannya dalam novel ini.
0 komentar