Ruang Temu – Antara Denting dan Rahasia
10:42 AM
‘Mungkin, di antara cinta yang terlihat dan yang terlambat, selalu ada ruang temu rahasia. Dan dia cukup memejamkan mata untuk sampai di sana.’ Salah satu penggalan kalimat di cover belakang buku ini membuat saya tertarik ingin membeli novel ini dan kebetulan Ruang Temu – Antara Denting dan Rahasia berada ditumpukan buku-buku diskon di salah satu mall di Makassar.
Dalam pengantar novel ini, penulis mengungkapkan bahwa kisah
ini merupakan sebuah kisah paralel dari Turiya. Sekarang yang jadi pertanyaan,
Turiya itu apa? Karena penasaran saya akhirnya googling, tapi malah ketemu
beberapa artikel penjelasan di bab buku tersebut. Ternyata Turiya merupakan
sebuah eksibisi kenangan. Mungkin bacaan dihalaman 239 dalam buku ini memberi sedikit pencerahan apa itu Turiya.
“Setiap orang memiliki
kisah absurd paradiso yang berbeda dengan versi mereka masing-masing. Pada
akhirnya, mungkin ini hanyalah satu dari sekian fase, yang akan segera terhapus
oleh fase-fase berikutnya. Jika kemudian
sang waktu menjadi pengingat, suatu hari nanti, kita akan menganggap
segala yang terjadi hari ini- dan semua yang kita yakini- tak lebih sebagai
kenangan masa lalu yang selalu bisa diam-diam kita tertawakan.”
Deanna, Mielka, dan Rajasa. Dua lelaki dan satu perempuan
yang memiliki kehidupan masing-masing. Deanna mahasiswa tingkat akhir di
jurusan Sastra Jerman, UPI. Mielka, pelukis yang disewa oleh Rajasa untuk
menyelesaikan proyek lukisan hotel Rajasa. Rajasa, kekasih Deanna yang hobi
mengoleksi wine, lengkap dengan katalog dan juga mempelajari cara menyesapnya
seperti para raja.
Deanna seperti perempuan lainnya sering mudah jatuh cinta
pada lelaki yang ia temui. Jika hal itu terjadi, ia sulit mengendalikan
perasaannya. Awalnya ia jatuh cinta pada Bian, lalu saat Rajasa menyatakan
cinta, De- panggilan Deanna- seketika itu juga luruh pada pesona Rajasa. Begitu
pun saat Mielka hadir di antara De dan Raja. Mielka diam-diam memendam perasaannya
pada De yang sering menemaninya melukis. Lukisan yang sering berawal dari
kesannya terhadap suatu mimpi. Baginya, mimpi bisa jadi sumber ide yang kaya
arti. Warna yang dilukiskannya pun seiring dengan warna yang melingkupi
mimpinya.
Hingga suatu hari terjadi apa yang ditakutkan oleh De. Dunia
yang ia bangun runtuh ketika Mielka menghilang perlahan. Bayangannya tak bisa
tersentuh lagi di alam mimpi.
Buku ini juga menceritakan bagaimana kisah seputar kegalauan
De dan Mielka yang merasa cinta dibelakang Rajasa itu menyiksa. Akhirnya mereka
membuat ruang rahasia dalam alam mimpi. Menurut saya, konsep ini unik. Alur
ceritanya juga cukup begitu menarik, menggabungkan antara dunia nyata dan dunia
mimpi, dimana kita dapat bertemu seseorang yang diam-diam kita suka dalam
mimpi. Sangat berbeda dengan novel-novel lainnya,diksinya juga sangat bagus.
Hanya saja, karena menggunakan penjabaran dengan gaya filosofi, saya jadi
tertegun lama dan lebih berpikir.
Buku ini juga menggelitik saya untuk jangan lelah menunggu cinta sejati.
Bersabar mungkin lebih baik, karena cinta yang sanggup membuat debar di hati
itu akhirnya akan datang. Tidak perlu terburu-buru mencari cinta sehingga tidak
menyadari kalau debar itu tidak ada. Seperti
pengalaman De- dan Mielka, cinta mereka bukan tersampaikan dan disimpan di
dunia nyata, melainkan di dunia mimpi. Dan, hanya memejamkan mata, mimpi itu
datang.
Akankah sepasang bayangan Diana-Mielka dapat keluar dari
mimpi dan merajut cinta di dunia nyata? Lalu, bagaimana dengan Rajasa? Seorang
perempuan misterius pada akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Siapakah sosok
perempuan misterius itu? Temukan jawabannya dengan membaca novel ini.
Selamat Berpikir dan Menikmati Bacaan Ini!!!!
0 komentar