Perempuan Sore Penikmat Senja
5:39 PM
Sebelum bertemu senja sudah kupastikan langit tetap cerah, secerah
langkah kaki saya menuju ke tempat itu bersama perempuan sore. Benar,
ini cerita dari keinginan saya melukis senja meskipun sebentar dan tentu saja sama dengan senja
yang kalian lihat biasanya.
Bukan mengenai angin barat
dan timur yang mengarahkan kami, bukan pula mengenai gemuruh ombak dan bau
pasir pantai yang kami cium lebih awal. Bagaimana caranya agar aku bisa
mengejarmu perempuan sore. Agar bisa berada di sebelahmu menatap lurus ke arah
senja. Tidak usah bicara, walau
sesekali kau ingin bertanya, “untuk apa”. Yang pasti untuk esok yang lanjut dan
hari ini.
Sepertinya senja tidak begitu bagus karena berada dibalik bangunan dan pepohonan
itu, ucapnya sambil memandang kearah senja. Kukatakan sambil menatap perempuan
sore yang sering kusebut dia, “tenang saja sebentar lagi ia akan bergeser
mengikuti langkah kita atau bergerak semaunya dia.”
2 komentar
cie..cie....akbar punya pacar baru...horeee...lamar bar..lamar....#ayonikahbar
ReplyDeletehhhahahah pak anjum.....
Delete