Oasis Rindu
4:51 PM

Celah-celah memori berdesakan kembali, terbuka dengan
sendirinya dan tak hilang begitu saja wahai adikku. Suara beduk bertalu-talu,
pergi tarawih berbondong-bondong, ikut berkeliling membangunkan sahur, hingga
segala kehebohan menjelang Idul Fitri terkadang meninggalkan cerita sedih atau
lucu dan tak terlupakan sepanjang hidup kita. Malam pertama ramadhan 1437H usai
shalat Isya, potongan bayangan masa lalumu menggerumit diingatan baik suka
maupun duka. Sangat jelas diingatanku malam-malam seperti ini, Ayah… Ibu… saya
dan saudara perempuan kita bersama-sama berkunjung ke tempat nenek.

Seharusnya kami berbahagia karena masih bisa merasakan
nikmatnya ramadhan tahun ini, dan juga masih pula diberi kesempatan oleh-Nya
untuk beribadah dan berlomba-lomba meraih pahala di bulan suci ini. Ya Allah, meski
kurapuh dalam langka dan kadang tak setia padamu namun cinta dalam jiwa hanya
padamu.
Ramadhan tahun ini jelas sangat berbeda dengan yang
sebelum-sebelumnya. Pasalnya jauh dari keluarga ditambah tanpa kehadiranmu. Bagaimana
bisa kami melahap makanan yang aromanya sangat menggoda indra perasa itu untuk
dicicipi jika bayangmu dan tangisan ibu masih saja kami dengar saat berbicara
di telpon bahkan ketika ibu meilihat hal-hal disekelilingnya yang
mengingatkannya tentangmu. Ya Allah kuatkanlah kami ditempat yang engkau
ridhoi… angkatlah ubun-ubun kami agar senantiasa melakukan kebaikan.

Subhanallah, betapa nikmatnya ramadhan wahai adikku. Tak heran
jika kita sangat merindukan datangnya bulan ini bahkan menangis bila ramadhan
berakhir serta berharap semua bulan adalah ramadhan. Terimakasih ya Allah, Yang
Maha Karim dan Maha Mengetahui. Telah engkau sisihkan satu bulan mulia untuk
kami, hamba-hambaMu yang hina dan penuh dosa ini. Ampunilah kami, terimalah
amal serta ibadah puasa kami dan tempatkanlah kami di dalam surgamu kelak.
0 komentar